Direktur Media Tawasuth, Ajak Generasi Muda Terapkan Kepemimpinan dengan Cinta

Cirebon, 07 September 2026 — Ada yang berbeda dalam suasana kegiatan kepemudaan kali ini. Mengusung tema yang sarat akan nilai kemanusiaan dan spiritual, Direktur Media Tawasuth, H. Wahyu Al Fajri, hadir sebagai pemateri utama dan sukses membius para peserta melalui materi bertajuk “Kepemimpinan dengan Cinta: Menjadi Seseorang yang Membuat Orang Lain Jadi Lebih Baik dengan Kasih dan Kepedulian.”
Di hadapan para peserta, H. Wahyu Al Fajri membuka sesi dengan interaksi hangat yang mengajak audiens merenungkan arti kepemimpinan dari hal-hal paling sederhana dalam keseharian. Ia menekankan bahwa pemimpin yang baik tidak diukur dari seberapa tinggi jabatan atau seberapa banyak bicara, melainkan dari seberapa besar pengaruh positif dan ketulusan yang ditebarkan kepada sesama.
"Jadi hebat sendirian itu biasa, tapi membuat orang lain ikut jadi hebat dengan dukungan dan kasih sayang, itu baru luar biasa," ujar H. Wahyu Al Fajri di tengah pemaparannya.
Suasana semakin hidup ketika pemateri memadukan konsep kepedulian modern dengan filosofi luhur bangsa Indonesia, yakni Trilogi Kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara: Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.
Ia menjelaskan bahwa ketiganya merupakan wujud nyata kepemimpinan berbasis cinta. Menjadi teladan saat di depan, membakar semangat dan merangkul saat di tengah, serta memberikan dorongan dan kepercayaan penuh dari belakang. Menurutnya, konsep kepemimpinan ala Ki Hadjar Dewantara ini sangat sejalan dengan nilai-nilai kasih sayang yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan sekolah hingga pergaulan sosial.
Melalui pendekatan interaktif, sesi tersebut tidak hanya diisi dengan pemaparan teori, tetapi juga ruang refleksi bagi peserta untuk mengevaluasi diri tentang seberapa besar dampak dan kebaikan yang telah mereka berikan bagi orang di sekitar mereka.
Acara yang berlangsung interaktif dan penuh kehangatan ini ditutup dengan pesan mendalam agar para peserta tidak perlu menunggu dewasa atau hebat untuk mulai berbuat baik. Melalui tindakan kecil seperti senyuman, perhatian, dan kata penyemangat, setiap orang memiliki kekuatan untuk mengubah hidup orang lain menjadi lebih baik.
Berita Terkait
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



