TAWASUTH
#mediapenyeimbang
Berita

Republik Tak Bisa Demokrasi Tanpa Demokratisasi Parpol: Aktivis Bifa Agusryyanto Desak Pembatasan Masa Jabatan Ketua Umum!

M ILHAM AUFATim Redaksi
29 Juli 2026
2 mnt
3
Bagikan:
Republik Tak Bisa Demokrasi Tanpa Demokratisasi Parpol: Aktivis Bifa Agusryyanto Desak Pembatasan Masa Jabatan Ketua Umum!

SURABAYA, 25 JULI 2026 – Pernyataan menohok disampaikan oleh tokoh aktivis mahasiswa dan pemuda, Mohammad Bifa Agusryyanto, saat hadir sebagai pembicara dalam Seminar Diskusi Reformasi bertema "Menarasikan Ulang Republik, Menuju Reformasi Partai Politik" yang digelar di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Sabtu (25/7).


Di hadapan ratusan mahasiswa dan perwakilan BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMAI) Zona V yang mencakup wilayah Jawa Timur, Madura, hingga Bali, Bifa secara tegas menyerukan agenda mendesak: Reformasi Total Partai Politik, terkhusus pada pembatasan wewenang dan periodesasi masa jabatan ketua umum partai. Dalam pemaparannya sebagai narasumber, Bifa menilai bahwa krisis demokrasi yang dialami bangsa hari ini bersumber dari gagalnya tata kelola internal partai politik yang cenderung oligarkis dan melanggengkan kekuasaan tanpa batas. "Republik ini tidak akan pernah menjadi negara yang benar-benar demokratis jika tidak diawali dari demokratisasi internal partai politik itu sendiri!" tegas Mohammad Bifa Agusryyanto di Gedung At-Tauhid Tower UM Surabaya.


Lebih lanjut, Bifa mengajak seluruh elemen gerakan di semua sektor untuk bersatu dan menghentikan segala perdebatan yang memicu konflik horizontal di tingkat akar rumput. "Sudah saatnya kita memulai agenda besar merebut kembali kedaulatan rakyat. Hentikan konflik horizontal! Baik itu melalui jalan reformasi maupun revolusi, semua opsi adalah yang terbaik. Namun yang terpenting hari ini adalah bagaimana kita menyuarakan persatuan rakyat,"

serunya membakar semangat peserta forum.


Ia menegaskan, jika bangsa ini ingin menggulirkan Reformasi Jilid 2, maka reformasi partai politik adalah jawaban mutlak untuk menghentikan berbagai bentuk kejahatan politik yang selama ini terjadi. Caranya adalah dengan memangkas wewenang absolut serta membatasi masa periodesasi ketua umum partai politik agar tidak ada lagi oligarki yang menyandera demokrasi.

Di penghujung rangkaian acara, insiden mengejutkan terjadi. Selepas mengisi seminar tersebut, akun WhatsApp milik Mohammad Bifa Agusryyanto diduga diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Menanggapi teror digital tersebut, Bifa menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak gentar dan mengecam keras segala bentuk tindakan represif terhadap hak berpikir serta kebebasan bersuara.


Seminar ini ditutup dengan komitmen kuat BEM PTMAI Zona V (Jatim, Madura, Bali) untuk terus mengawal seruan persatuan rakyat dan mendesak demokratisasi parpol demi menyelamatkan masa depan Indonesia.

Berita Terkait

Komentar (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!